Search

Minyak Turun Disaat Wall Street Anjlok, OPEC Dahului Rusia Pangkas Produksi - Investing.com Indonesia

© Reuters. © Reuters.

Oleh Barani Krishnan

Investing.com - Penurunan harga minyak tampaknya terus berlanjut, meskipun negara anggota OPEC telah berjanji sekali lagi untuk melakukan pemangkasan produksi tambahan.

Harga minyak mentah turun 2% pada Kamis malam, dan Brent ditutup di bawah $50 per barel, meskipun OPEC kembali melakukan pemangkasan produksi untuk mengurangi kerugian akibat krisis virus covid-19.

Sejumlah delegasi yang menghadiri pertemuan kebijakan OPEC di Wina dilaporkan menyepakati rencana Arab Saudi untuk memangkas 1,5 juta barel per hari dari produksi global.

Pengurangan terbaru ini merupakan tambahan 50% dari pemangkasan 1,0 juta barel per hari yang sebelumnya telah disepakati OPEC. Angka yang lebih tinggi ini adalah upaya Menteri Energi Saudi Abdulaziz bin Salman untuk mencoba "mengejutkan" pasar menjadi reli sejak ia mulai menjabat pada bulan September.

Namun harga minyak mentah gagal menguat pada hari Kamis karena ada informasi bahwa sekutu utama OPEC - yakni Rusia - belum menandatangani rencana tersebut.

Hal lain yang mendorong penurunan minyak adalah Wall Street, dipicu anjloknya S&P 500 sekitar 3% setelah California, negara bagian AS terbesar kedua, menyatakan darurat penyebaran virus covid-19. Epidemi global sejauh ini telah menewaskan sedikitnya 11 orang Amerika dan menginfeksi lebih dari 100 lainnya.

Menurut data investing.com Jumat (06/03) pukul 8.40 WIB, West Texas Intermediate , patokan untuk harga minyak mentah AS, naik 93 sen, atau 1,8%, menjadi $45,95 per barel. Sementara , patokan global yang diperdagangkan di London untuk minyak mentah, turun $1,14 atau 2,2% menjadi $50,08.

"Dampak ekonomi coronavirus akhirnya bisa berdampak pada pasar tenaga kerja AS," kata Ed Moya dari platform perdagangan online OANDA. "Jika bagian terkuat dari ekonomi AS mulai melemah, kekhawatiran resesi akan tumbuh dengan cepat."

"Juga, ini adalah momen penting bagi OPEC+ karena jika Rusia tidak sepakat dapat mendorong harga minyak ke posisi terendah."

Harga minyak mentah turun sebanyak 16% minggu lalu menyusul hilangnya permintaan ratusan juta barel akibat virus covid-19, dan menjadi minggu terburuk di pasar sejak Oktober 2008, ketika Resesi Hebat dimulai.

Meskipun sempat ada penguatan minggu ini, WTI tetap turun 24% tahun ini dan Brent turun 23%.

Badan Energi Internasional memperkirakan permintaan minyak tahun ke tahun di seluruh dunia diprediksi turun 435.000 barel per hari dalam kuartal pertama 2020, kontraksi kuartal pertama dalam lebih dari satu dekade.

Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.

Let's block ads! (Why?)



"minyak" - Google Berita
March 06, 2020 at 08:46AM
https://ift.tt/2VQAUrY

Minyak Turun Disaat Wall Street Anjlok, OPEC Dahului Rusia Pangkas Produksi - Investing.com Indonesia
"minyak" - Google Berita
https://ift.tt/2qtzGFm
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

Bagikan Berita Ini

Related Posts :

0 Response to "Minyak Turun Disaat Wall Street Anjlok, OPEC Dahului Rusia Pangkas Produksi - Investing.com Indonesia"

Post a Comment

Powered by Blogger.